\

Tuesday, June 27, 2017

Review Singapore Airlines VS Swiss Airlines

Gue adalah tipikal orang yang suka coba-coba apapun itu. Gue bukannya tipe orang yang gak setiaa... tapiiiii kalo misalnya kenyamanan itu ada buktinya pasti gue akan balik lagi untuk pilihan yang sama.

eits, ini bukan soal asmara ya melainkan soal maskapai penerbangan. Selama gue masih berkewajiban untuk belajar di kota Bandarlampung tercinta ini, to be honest gue jarang banget traveling ke luar negeri. Sebelum Euro Trip gue ini, gue cuma pernah pergi ke Singapore dan Malaysia menggunakan Garuda Indonesia

Kenyamanan Garuda Indonesia udah gak diragukan lagi, pantas menyandang 10 besar best airlines. Tapi balik lagi, ini soal rasa penasaran gue. 

So, di Euro Trip gue kali ini, gue bakalan melewati perjalanan panjang. Untuk penerbahan rute ke Prague gue harus transfer di dua negara. Dan maskapai yang gue pilih dari Jakarta-Singapore adalah Singapore Airlines kemudian Singapore-Zurich dan Zurich-Prague adalah Swiss Airlines.

Singapore Airlines VS Swiss Airlines?
Sebenernya kedua maskapai ini rating-nya lumayan berbeda jauh. Singapore Airlines yang merupakan number one world best airline menurut Skytrax dibandingkan dengan Swiss Airlines yang masuk dalam 20 besar world best airlines.

Sebenernya selain kedua maskapai Internasional tersebut, gue juga sempet terbang dengan very cheap flight selama di Europe seperti Prague-Amsterdam pake Easy Jet, Paris-Rome pake Vueling, Pisa-Barcelona pake Vueling lagi, Barcelona-Prague pake Ryan Air. Semua airlines itu adalah airlines termurah dan udah lumayan nyaman juga. Setaraf dengan Air Asia atau Citilink gitu. Pesawatnya juga masih baru, gak kayak maskapai penerbangan lokal di Indonesia yang mungkin kalian pernah naik Sriwijaya Air. Pesawatnya jadul gitu dan panaas. Bahkan masih enak naik Lion Air walau emang sering delay parah. 

Oke, kita mulai review-nya.
Gue belum mampu beli tiket business jadi kita review yang economy class yaa.

Pertama Singapore Airlines
1st impression, crew nya ramah banget. Mulai dari penyambutan dan pelayanan they're amazing.
Selain pelayanannya, gue terkejud sekali dengan kursi yang sangat nyaman dan luas.
Joknya empuk dan elegan dengan sentuhan warna coklat dan sedikit lapisan leather di bagian atas. Susunan kursinya 2-3-2 jadi gue ngerasa lebih longgar aja. Gue gak seberapa yakin dengan pesawat yang gue naikin ini kelas economy. Gue rasa ini semacam premium economy nya gitu. Gue sendiri beli tiket random aja dan gue pilih yang economy. Kalopun ini premium economy so lucky I am.







Untuk makanannya yang disediakan waktu itu semacam Chinese Noodle gitu. Masih sangat sesuai untuk yang punya selera makan orang Asia. Tapi kalo menurut gue yaa standar ya. Sayangnya karena ini short flight jadi gue gak bisa mencoba menu sarapan on board nya.



Oke setelah gue transfer di Singapore, gue melanjutkan perjalanan udara dengan Swiss Airlines. Gak begitu banyak dokumentasi yang gue punya selama gue terbang dengan maskapai ini karena posisi duduk gue yang OMG sesek banget dan gue duduk ditengah diapit dengan orang asing. Rada susah sih emang duduk ditengah ketika naik maskapai ini karena selama kita 13 jam lebih di atas awan kita bakalan bolak balik pipis. Belum lagi kalo pantat udah kelamaan duduk pasti pegel dong. Susunan kursinya 3-4-3 dan memang pesawatnya lebih besar tapi kalo buat perjalanan jauh hmmmm pengelnyaaaaa kaki dan pantat.





Dari segi makanan lebih ke ala ala Eropa gitu. Makan malam ada pilihan 2 menu dan gue memilih tortellini dan ini enaak. Seperti biasa penerbangan jauh lainnya, disini kita ditawarin berbagai minuman mulai dari jus, susu, sampe wine.

Memang perlu extra hati-hati ketika kita diperjalanan, apalagi sebagai muslim. Ketika disini sarapan yang diberikan omelette dan bacon. Gue memang gak tanya apakah ini pork atau bukan tapi umumnya ya memang pork. Walau ga bisa makan bacon-nya, tetep ada yogurt dan buah seger kok.






Setelah sampe di Zurich, gue melanjutkan penerbangan dengan maskapai yang sama tapi dengan pesawat yang lebih kecil. Sebelum masuk pesawat gue bisa liat pesawatnya membeku bahkan tangga menuju cabin aja dilapisin es. Pesawat kecil yang gue naikin menuju Prague ini sepi banget sampe gue bisa sesuka hati pindah tempat duduk karena satu deretan horizontal itu cuma ada gue yang berkuasa.
Selama penerbangan ini kita cuma dikasih snack dan cokelat.



Cuaca diatas awan memang cerah banget ya


Sesampainya di Prague cuacanya gloomy dan lagi turun saljuuuu.

Dan kesimpulannya adalah

  1. elegansi kabin Singapore Airlines lebih unggul dari Swiss Airlines. Jok nya yang dilapisi leather (walau sedikit) menimbulkan kesan nyaman dan mewah
  2. kalo kamu mau pergi jauh carilah maskapai yang punya kenyamanan extra walaupun kelas economy seperti Singapore Airlines. Dijamin kalian akan puas
  3. Kalo short flight, maskapai setaraf dengan Swiss Airlines juga udah lumayan banget kok walau sempit ya memang udah resiko kelas economy juga
  4. Kalo suka makanan Asia kamu bisa pake Singapore Airlines karena rute penerbangan mereka juga banyak yang jauh-jauh
  5. Kalo kamu ga ada masalah sama makanan Eropa yaaa kamu ga akan bermasalah dengan makanan yang disajikan di Swiss Airlines

0 komentar:

Post a Comment